Arus Masuk ETF Emas Berlanjut ke Minggu ke-12 meski Arus Keluar Tetap Tinggi

Arus Masuk ETF Emas Berlanjut ke Minggu ke-12 meski Arus Keluar Tetap Tinggi

TopFxBrokers
12 Oktober 2026
Sumber: thehindubusinessline.com

Arus masuk ETF emas tetap positif selama 12 minggu berturut-turut, dengan arus masuk $2,08 miliar berbanding penebusan $1,46 miliar, menurut data World Gold Council (WGC). Tren ini berlanjut meski emas diperdagangkan di bawah $4.165 per ons, hal yang penting bagi trader yang memantau dolar, imbal hasil AS, dan rupee India.

Poin Utama

  • Tren dengan catatan: Arus dana positif selama 12 minggu, tetapi arus keluar mencapai sekitar $7 untuk setiap $10 arus masuk.
  • Perbedaan antarwilayah: Investasi ETF AS negatif $132 juta pekan lalu, sementara ETF China menerima $365 juta.
  • Kepemilikan rekor: Kepemilikan ETF emas global mencapai 4.256 ton setelah bertambah 67,3 ton pada September.

Apa yang Terjadi

Pergerakan harga emas

Emas dikutip di bawah $4.165 per ons pada Senin, turun sedikit kurang dari 1%. Logam ini telah melemah lebih dari 3% dalam sebulan terakhir.

Darshan Desai, CEO Aspect Bullion & Refinery, menggambarkan fluktuasi pekan lalu. Ia mengatakan: "Harga emas mengalami fluktuasi sepanjang pekan lalu, turun mendekati level terendah dua bulan sebelum pulih berkat aksi beli saat harga murah dan imbal hasil AS yang lebih lemah."

Renisha Chainani, chief research officer di Augmont, menyoroti tekanan di tengah pekan. Ia mengatakan: "Risalah dan pidato The Fed yang hawkish, dolar yang kuat, dan imbal hasil Treasury AS di level tertinggi dua dekade sangat membebani emas pada pertengahan pekan lalu."

Latar Belakang

Emas mencapai rekor $5.608 per ons pada 29 Januari. Sejak itu emas telah kehilangan 25% dari kenaikannya dan turun lebih dari 3% sejak awal tahun. Penurunan ini terjadi setelah serangan AS ke Iran pada 28 Februari. Kekhawatiran inflasi, kenaikan imbal hasil Treasury, harapan suku bunga lebih tinggi, dan peralihan ke minyak mentah turut membebani logam ini.

Pada pekan yang berakhir 2 Oktober, AS memimpin arus masuk ETF, dengan investasi $3,46 miliar dan penebusan $1,51 miliar. Sejak awal tahun, investasi bersih mencapai $17,72 miliar di Asia, $17,38 miliar di Eropa, dan $4,12 miliar di Amerika Utara.

People's Bank of China meningkatkan pembelian emas pada September. Ini merupakan bulan ke-23 berturut-turut bank sentral tersebut menambah cadangan emas.

Dampak terhadap Pasar

  • Emas: Permintaan ETF yang stabil berjalan beriringan dengan harga di bawah $4.165, dan WGC menyebut pelemahan saham India mendorong investor ke logam ini.
  • Dolar AS dan imbal hasil Treasury: Dolar yang kuat dan imbal hasil AS di level tertinggi dua dekade menekan emas di tengah pekan, sehingga emas tetap sensitif terhadap keduanya.
  • Minyak: Harga mereda setelah Presiden Donald Trump menyebut adanya pembicaraan yang produktif dengan Iran, yang meredakan kekhawatiran inflasi.
  • USD/INR: Pelemahan rupee disebut sebagai penopang permintaan emas domestik (kurs referensi, 2026-10-12: 96,4100).

Yang Perlu Dipantau Selanjutnya

  • Data inflasi AS: Kekhawatiran inflasi merupakan salah satu faktor yang disebut membebani emas; tanggal rilis tidak disebutkan.
  • Sinyal Federal Reserve: Risalah dan pidato The Fed yang hawkish menekan emas pekan lalu; tidak ada tanggal untuk sinyal berikutnya.
  • Perkembangan geopolitik: Penurunan emas dimulai setelah serangan AS ke Iran pada 28 Februari, dan tidak ada tanggal untuk pembicaraan Trump-Iran.
  • Proyeksi State Street: Skenario dasar perusahaan menempatkan emas di $4.750-5.500 pada akhir kuartal pertama 2027.

Kesimpulan

Arus masuk ETF emas tetap positif selama 12 minggu, tetapi penebusan menyerap porsi besar dari arus tersebut pekan lalu. AS dan China bergerak berlawanan arah, dan dolar serta imbal hasil AS tetap menjadi sumber tekanan utama bagi harga emas.

Bacaan Terkait

Sumber: thehindubusinessline.com

Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran investasi.