Harga Emas Turun Akibat Kekhawatiran Blokade Iran yang Mendorong Dolar dan Minyak

Admin
29 April 2026
Sumber: TopFxBrokers

Emas mengalami tren penurunan pada hari Rabu ketika investor menimbang dampak potensi konflik jangka panjang di Timur Tengah terhadap sinyal The Federal Reserve mengenai suku bunga yang akan datang.

Ringkasan Kinerja Pasar

Pada pukul 13.03 GMT, emas spot turun 1,0% dan diperdagangkan di kisaran $4.550,17 per ons. Demikian pula, futures emas turun 1,0% dan ditutup di $4.562,21. Sentimen negatif juga meluas ke sektor logam mulia lainnya:

  • Perak Spot: Turun 0,2% ke $73,0465/ons.

  • Platinum Spot: Turun 0,7% ke $1.929,63/ons.


Pergeseran Strategis: Blokade Angkatan Laut Iran

Laporan dari Wall Street Journal menyebutkan bahwa Presiden AS Donald Trump telah memerintahkan para pejabat untuk mempersiapkan blokade angkatan laut jangka panjang terhadap Iran. Strategi ini bertujuan melumpuhkan kemampuan ekspor minyak Iran guna memperkuat posisi AS dalam perundingan diplomatik.

Eskalasi ini menyusul penolakan terhadap proposal Iran sebelumnya untuk membuka kembali Selat Hormuz, yang secara mencolok tidak mencakup pembahasan aktivitas nuklir. Para analis memperingatkan bahwa blokade berkepanjangan dapat memicu tindakan balasan dari Teheran, yang berpotensi membuat Selat tetap tertutup dan menimbulkan gangguan lebih lanjut terhadap pasokan energi global.

Harga Energi dan Tekanan Bank Sentral

Lonjakan harga minyak menjadi hambatan utama bagi emas. Dengan minyak mentah Brent yang bertahan di atas $110 per barel—naik dari $70 sebelum konflik—kekhawatiran akan inflasi yang berkepanjangan semakin meningkat. Tekanan inflasi ini sering kali mendorong kebijakan bank sentral yang "hawkish" (ketat).

Dinamika pasar saat ini menunjukkan bahwa:

  • Investor lebih memilih Dolar AS sebagai aset safe haven utama dibandingkan emas.

  • Ekspektasi suku bunga "lebih tinggi dalam jangka panjang" meningkatkan biaya peluang dalam menyimpan aset tanpa imbal hasil seperti logam mulia batangan.

  • Penguatan dolar membuat emas lebih mahal bagi pembeli internasional, sehingga semakin menekan permintaan.

Fokus pada The Federal Reserve

Dunia keuangan bersiap menanti berakhirnya rapat dua hari The Federal Reserve. Meskipun suku bunga diperkirakan tetap stabil, perhatian tertuju pada panduan ke depan (forward guidance). Muncul kekhawatiran yang semakin besar bahwa The Fed dapat menghapus pernyataan yang mengisyaratkan pemangkasan suku bunga pada 2026, dan beralih ke sikap yang lebih restriktif untuk melawan inflasi yang didorong oleh energi.

Keputusan dari Bank Sentral Eropa dan Bank of England pada akhir pekan ini juga akan sangat menentukan arah berikutnya bagi pasar mata uang dan komoditas global.