RBI Batasi Rupee bagi Importir saat Lindung Nilai Capai Rekor

RBI Batasi Rupee bagi Importir saat Lindung Nilai Capai Rekor

TopFxBrokers
14 Oktober 2026
Sumber: thehindubusinessline.com

Pembatasan rupee oleh RBI kini menjangkau importir dan aktivitas lindung nilai, dengan kewajiban cadangan 20% pada transaksi derivatif valas besar. Langkah ini menyusul lindung nilai importir yang mencapai rekor pada September, dengan rupee melemah hampir 6% sepanjang tahun ini.

Poin Penting

  • Kewajiban cadangan: Bank wajib menyisihkan 20% dari nilai rupee atas transaksi derivatif valas di atas $2 juta.
  • Lindung nilai rekor: Pembelian dolar berjangka mencapai $76,8 miliar pada September, di atas $75,9 miliar pada Maret.
  • Rupee masih melemah: Rupee ditutup di 95,2838 per dolar pada Selasa, naik 0,5%, setelah menguat 1% pada sesi sebelumnya.

Apa yang Terjadi

Reserve Bank of India juga menurunkan batas transaksi derivatif tanpa aset dasar menjadi $5 juta dari $100 juta. Kedua kebijakan ini merupakan bagian dari langkah yang diumumkan pada hari Sabtu. IDFC First Bank memperkirakan kewajiban cadangan tersebut akan menaikkan biaya lindung nilai sekitar 1,5%.

Importir telah menumpuk posisi berjangka dalam jumlah besar sebelum kebijakan ini. Pembelian dolar berjangka rata-rata $64 miliar per bulan tahun ini, naik 44% dibanding 2025. Angka $76,8 miliar pada September dibandingkan dengan penjualan dolar oleh eksportir sebesar $41,3 miliar.

A. Prasanna, kepala riset di ICICI Securities Primary Dealership Ltd, mengatakan: "RBI menilai banyak aktivitas lindung nilai, terutama di sisi derivatif, bersifat spekulatif."

Latar Belakang

RBI sebelumnya telah menggunakan instrumen lain. Bank sentral ini menghimpun $133 miliar melalui program deposito diaspora dan menaikkan suku bunga acuan untuk pertama kalinya dalam hampir empat tahun, namun rupee tetap melemah. RBI juga membatasi posisi valas bersih bank di dalam negeri hingga $100 juta per hari dan meminta bank menghentikan penawaran produk rupee offshore. Pembatasan offshore kemudian dicabut.

Rupee sudah melemah selama sembilan tahun berturut-turut dan turun 13% dalam dua tahun terakhir. Langkah terbaru ini termasuk yang paling ketat sejak taper tantrum 2013. Kali ini, pembatasan juga menyasar perusahaan yang membutuhkan dolar untuk kegiatan bisnis sehari-hari.

Sonal Varma, kepala ekonom untuk Asia ex-Jepang di Nomura Holdings Inc., mengatakan: "Pembatasan ini mungkin ditujukan untuk menekan permintaan spekulatif, tetapi dampaknya juga akan dirasakan oleh pihak yang memiliki permintaan riil."

Dampak Pasar

  • USD/INR: Rupee sempat melemah mendekati 97 per dolar. Analis menilai penembusan di bawah level tersebut bisa membuka jalan menuju 100. Kurs harian USD/INR berada di 95,5600 (kurs referensi, 14 Oktober 2026).
  • Kontrak berjangka dolar-rupee: Kurs berjangka bergerak tajam dalam dua sesi terakhir. Pembelian berjangka rekor oleh importir menjadi aktivitas yang paling langsung disasar oleh aturan cadangan baru.
  • Permintaan dolar terkait minyak: Kilang milik negara membutuhkan sekitar $10 miliar per bulan untuk impor minyak mentah, dan langkah ini membuat mereka keluar dari pasar. Bloomberg Economics memperkirakan tagihan impor minyak bersih sebesar $10,8 miliar pada September, naik dari $9,9 miliar pada Agustus.

Yang Perlu Dipantau Selanjutnya

  • Klarifikasi regulator: Bank menunggu panduan mengenai penerapan aturan baru terhadap nasabah mereka.
  • Perilaku importir: Importir mungkin memperkecil ukuran lindung nilai atau memperpendek jatuh tempo, dan sebagian permintaan bisa berpindah ke luar negeri. Ekonom Citigroup menilai perusahaan yang menunda lindung nilai mungkin membeli dolar lebih dekat ke tanggal pembayaran.
  • Minyak dan imbal hasil obligasi: Ujian yang lebih besar bagi rupee datang jika harga minyak dan imbal hasil obligasi global terus naik.

Kesimpulan

RBI telah beralih dari membatasi posisi bank menjadi membatasi cara importir melakukan lindung nilai. Bagi trader USD/INR, area kunci yang perlu diperhatikan adalah level 97, arus lindung nilai importir, dan permintaan dolar terkait minyak.

Bacaan Terkait

Sumber: The Hindu BusinessLine

Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran investasi.