Pasokan Minyak Timur Tengah Terancam, Harga Minyak Mentah Mendekati $104
Serangan baru di kawasan Teluk kini mengancam pasokan minyak Timur Tengah, dengan harga minyak mentah sekitar $104 per barel pada hari Senin. Pergerakan ini penting bagi trader forex karena eksportir minyak seperti Arab Saudi dan Kuwait, serta pembeli besar seperti China, berada di pusat isu ini.
Poin Utama
- Selisih harga: Harga minyak mentah naik dari sedikit di bawah $70 per barel sebelum perang dimulai pada bulan Februari.
- Serangan terhadap pelayaran: Sedikitnya 16 kapal diserang saat melintasi Selat Hormuz bulan ini.
- Pemulihan parsial: Kuwait memproduksi sekitar 2 juta barel per hari, kira-kira 75% dari level sebelum perang.
Apa yang Terjadi
Serangan Houthi menghantam Arab Saudi, termasuk serangan mematikan di bandara Riyadh. Serangan terpisah menyasar kapal tanker di Selat Hormuz, menurut laporan businessreport.com.
Arab Saudi mengalihkan ekspor melalui Pipa Timur-Barat ke Laut Merah. Kerusakan sebelumnya pada jalur pipa tersebut dengan cepat diperbaiki.
Ekspor minyak mentah telah pulih sebagian dengan bantuan militer AS dan rute pelayaran alternatif. Laporan tersebut tidak menyebutkan acuan (benchmark) untuk harga $104.
Latar Belakang
Perang di Timur Tengah dimulai pada bulan Februari. Ekspor minyak mentah Iran sebagian besar hilang sejak blokade angkatan laut AS.
Pemerintah berbagai negara telah menggunakan cadangan strategis, termasuk satu pelepasan terkoordinasi pada bulan Maret. Kapasitas penyulingan global juga kesulitan memenuhi permintaan.
Dampak terhadap Pasar
- Minyak mentah: Harga sekitar $104 per barel, dibandingkan sedikit di bawah $70 sebelum perang. Serangan menyasar jalur produksi sekaligus lalu lintas kapal tanker.
- Solar: Harga berada di rekor tertinggi di beberapa pasar, termasuk AS, yang mendorong naik biaya angkutan dan transportasi.
- USD/CNY: China mulai meningkatkan pembelian minyak lagi, sehingga pasangan ini terkait dengan permintaan impor dan biaya bahan bakar. Kursnya 6.6883 (kurs referensi, 2026-10-12).
- USD/KWD dan USD/SAR: Kuwait dan Arab Saudi sama-sama eksportir minyak, sehingga volume ekspor dan pendapatan menjadi jalur pengaruh yang relevan. Kurs referensi masing-masing 0.3094 dan 3.7500 (kurs referensi, 2026-10-12). Angka ini adalah level harian, dan tidak ada pergerakan valas yang dilaporkan.
Yang Perlu Dicermati Selanjutnya
- Keamanan rute: Pipa Timur-Barat dan rute maritim alternatif sama-sama tetap rentan terhadap serangan lanjutan.
- Keberlanjutan ekspor: Rute yang lebih panjang dan biaya transportasi yang lebih tinggi membuat level ekspor saat ini sulit dipertahankan.
- Level cadangan: Cadangan strategis terus menipis, dan para pemimpin industri memperkirakan volatilitas akan berlanjut, bahkan mungkin hingga 2027.
Kesimpulan
Ini adalah isu keamanan pasokan, belum menjadi isu mata uang. Mata uang yang terkait minyak terpapar melalui volume pengiriman para eksportir dan biaya bahan bakar para importir, dan keduanya bergantung pada rute yang masih diperebutkan.
Bacaan Terkait
- Broker forex di Kuwait
- Broker forex di Arab Saudi
- Kapasitas Pipa Minyak Saudi Naik Menjadi 10 Juta bpd
Sumber: businessreport.com
Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran investasi.