GBP/USD Jelang CPI AS: Poundsterling Naik ke 1,3260

GBP/USD Jelang CPI AS: Poundsterling Naik ke 1,3260

TopFxBrokers
14 Oktober 2026
Sumber: fxstreet.com

GBP/USD naik ke sekitar 1,3260 pada perdagangan awal Asia hari Rabu, seiring sinyal dovish dari Presiden NY Fed John Williams yang menekan Dolar AS, menurut FXStreet. Pergerakan ini membawa GBP/USD menjelang rilis CPI AS, laporan inflasi September yang dijadwalkan hari Rabu, dengan pelaku pasar yang masih berhati-hati.

Poin Penting

  • Sinyal dovish The Fed: FXS Speechtracker memberi nilai 3,4/10 untuk pernyataan Williams, dibandingkan rata-rata historis 5,8/10.
  • Harga pasar The Fed: Pasar memperkirakan peluang 77,3% The Fed menahan suku bunga pada rapat 27-28 Oktober dan peluang 87,8% kenaikan suku bunga pada Desember, menurut CME FedWatch.
  • Dukungan untuk Sterling: Kenaikan suku bunga seperempat poin oleh Bank of England bulan depan dianggap hampir pasti.

Apa yang Terjadi

Dolar AS melemah terhadap Poundsterling setelah Williams, Presiden Federal Reserve New York, berbicara pada hari Selasa. Ia mengatakan: "Pandangan saya tidak berubah, bahwa mungkin tepat untuk menaikkan suku bunga sekali lagi pada 2026."

Ia kemudian menambahkan: "Saat ini saya tidak melihat alasan untuk meyakini bahwa kami perlu melakukan lebih banyak." Indeks Sentimen The Fed FXS turun 3,09 poin ke 133,86, dibandingkan level netral di 100.

Latar Belakang

Gubernur Bank of England Andrew Bailey mengatakan pada hari Selasa bahwa perusahaan-perusahaan Inggris berfokus menahan biaya di tengah lonjakan harga energi yang terkait dengan perang Iran. Ia menyebut tekanan inflasi Inggris yang lebih luas akibat guncangan energi tersebut relatif terkendali.

ING menilai kondisi kebijakan masih secara umum mendukung Poundsterling. Mereka menganggap ekspektasi pasar atas kenaikan suku bunga Bank of England sebesar 100bp hingga Juli 2027 terlalu tinggi, meski analisnya menilai satu atau dua kenaikan semakin mungkin terjadi.

Dampak ke Pasar

  • GBP/USD: RSI harian berada di 44. Resistance ada di 1,3375 (Bollinger band atas) dan 1,3395 (SMA 100 hari). Support berada di dekat 1,3150 (Bollinger band bawah).
  • USD/JPY: USD/JPY bergerak dalam rentang sempit di dekat 158,50, dengan risiko intervensi yang menopang Yen Jepang.
  • AUD/USD: AUD/USD tetap kuat di dekat 0,7000 dan hampir tidak terpengaruh oleh data inflasi China yang beragam.
  • Emas: Emas bergerak di sekitar $4.150. Eskalasi konflik Arab Saudi–Houthi mendorong harga minyak naik dan menekan emas, sementara Dolar AS yang lebih lemah membatasi kerugian.

Yang Perlu Dicermati Selanjutnya

  • CPI AS September: Rilis pada hari Rabu adalah data yang ditunggu pelaku pasar sebelum menambah posisi Dolar AS.
  • Rapat FOMC, 27-28 Oktober: Ini adalah keputusan The Fed berikutnya, dan harga pasar saat ini mengarah pada penahanan suku bunga.
  • Anggaran Inggris pada 28 Oktober: ING menandai anggaran ini sebagai risiko bagi Sterling karena pasar menilai kekhawatiran fiskal masih kecil. Kanselir John Healey dan Perdana Menteri Andy Burnham tampak memperhatikan sensitivitas pasar.

Kesimpulan

Menurut FXStreet, GBP/USD menguat karena nada dovish Williams menekan Dolar AS. Pandangan ING adalah kebijakan moneter yang mendukung Sterling, tetapi harga pasar sudah terlalu tinggi. Bagi trader GBP/USD, rilis CPI AS dan anggaran Inggris pada 28 Oktober adalah agenda utama yang memengaruhi posisi saat ini.

Bacaan Terkait

Sumber: FXStreet

Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran investasi.